POTRET GARIS DEPAN

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

21 Hari Disandera OPM di Hutan Papua: Nemerina Selamat, Rekannya Tewas Kelaparan

Nemerina Uamang selamat setelah 21 hari disandera OPM di hutan Mimika, Papua, sementara rekannya Yosina tewas kelaparan. Proses evakuasi terhambat kabut tebal dan minimnya infrastruktur medis. Kisah ini menyoroti kondisi riil di garis depan konflik Papua, di mana nyawa melayang akibat kelaparan dan keterpencilan.

Hawa dingin menusuk tulang di Distrik Jila, Mimika, Papua. Di bawah kanopi hutan yang rapat dan lembab, hanya sisa-sisa harapan yang tersisa bagi Nemerina Uamang. Selama 21 hari, sejak 17 Agustus, ia dan delapan perempuan lain hidup dalam cengkeraman kelompok TPNPB-OPM. Rerimbun pohon tinggi dan tanah basah menjadi saksi bisu perjuangan mereka bertahan tanpa makanan dan minuman yang memadai. Di malam hari, suara binatang buas dan gemerisik daun menjadi soundtrack horor yang terus mengikuti setiap langkah mereka yang terbatas. Ini adalah potret kelam di garis depan konflik Papua, di mana nyawa melayang bukan hanya karena kekerasan tapi juga karena kelaparan di tengah belantara.

Hutan Mimika: Saksi Bisu Perjuangan Hidup dan Kematian

Pada 7 September, secercah harapan akhirnya datang. Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, bersama tokoh masyarakat, berhasil menemukan Nemerina dalam kondisi lemah lunglai. Di sampingnya, terbaring Yosina, rekannya yang sudah tak bernyawa. Tubuh Yosina kurus kering, menjadi bukti pilu dari pertaruhan hidup di tengah hutan tanpa asupan. Nemerina, dengan sisa tenaga, hanya bisa memandang kosong, sementara warga Kampung Bela bergegas merawatnya dengan penuh empati. Kondisi infrastruktur medis di wilayah perbatasan seperti ini sangat memprihatinkan:

  • Akses ke puskesmas terdekat membutuhkan perjalanan berjam-jam melewati medan berat.
  • Peralatan medis dan obat-obatan seringkali terbatas.
  • Helikopter evakuasi menjadi satu-satunya jalan keluar bagi korban di hutan terpencil.

Evakuasi di Tengah Kabut: Antara Harapan dan Kenyataan Pahit

Proses evakuasi menggunakan Helikopter Bell Polri akhirnya berhasil mengangkut Nemerina keluar dari lingkaran maut. Namun, perjalanan menuju Timika sempat tertunda empat hari akibat kabut tebal yang menyelimuti pegunungan. Ketika helikopter akhirnya mendarat, raut lega terpancar dari wajah petugas dan keluarga yang menunggu. Kisah Nemerina selamat, namun Yosina menjadi korban, menggoreskan lagi catatan kelam tentang betapa rapuhnya nyawa di garis depan konflik Papua. Salah satu warga yang ikut dalam tim pencarian mengungkapkan, "Kami mendengar jeritan dari rimbun hutan saat akan menyerahkan bantuan. Tapi saat itu kami tak bisa langsung masuk karena situasi masih panas. Setelah ada kepastian dari tokoh masyarakat, kami berhasil menjangkau mereka. Nemerina hampir tidak bisa bicara, hanya terus menyebut nama Yosina yang sudah meninggal tepat pada hari HUT RI." Peristiwa ini bukan hanya tentang penyanderaan oleh OPM, melainkan juga tentang kurangnya perhatian terhadap kondisi keamanan dan kesehatan warga di pedalaman Papua. Setiap helikopter evakuasi yang mendarat di tanah lembab hutan menjadi simbol perjuangan melawan keterpencilan, keterbatasan, dan rasa takut yang terus menghantui.

Nemerina kini dalam perawatan intensif di rumah sakit Timika. Tubuhnya yang kurus dan dehidrasi menjadi potret nyata dari 21 hari penuh derita. Rekannya, Yosina, menjadi korban kelaparan di hutan yang seharusnya menjadi rumah bagi mereka. Di balik kabut dan rimbun pepohonan, masih ada banyak lagi Nemerina dan Yosina yang menanti uluran tangan dari tanah air. Inilah saatnya kita bersama-sama menatap ke ujung negeri, merasakan denyut nadi mereka yang bertahan di garis depan, dan memastikan bahwa tidak ada lagi warga perbatasan yang harus mati dalam kesunyian hutan tanpa kepastian. Semangat kebangsaan harus hadir dalam setiap helikopter evakuasi, dalam setiap langkah bantuan, dan dalam setiap doa yang terpanjat dari Sabang sampai Merauke.

penyanderaan OPM konflik Papua
Tokoh: Nemerina Uamang, Yosina
Organisasi: TPNPB-OPM, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, Polri
Lokasi: Distrik Jila, Mimika, Kampung Bela, Timika

Artikel terkait