SUARA PERBATASAN

Anak-anak di Pulau Sebatik Ujian Sekolah dengan Penerangan Lampu Minyak Tanah

Anak-anak di Pulau Sebatik Ujian Sekolah dengan Penerangan Lampu Minyak Tanah
Di SD Negeri 4 Sebatik Utrara, bebrapa hari lalu, suasan ujien akhir semester berlangsung dalam remang-remang sinar lampu minyak tanah. Listrik di tiga dusun terpencil pulau perbatasan RI-Malaysia ini sering padam selama berjam-jam. Para murid duduk bersimpuh di bangku kayu yang sudah uzur, menekuni lembar soal dengan cahaya sumbu yang bergetar. Di tembok, bayang-bayang kecil bergoyang mengikuti gerak anak-anak yang baru saja menyelesaikan soal matematika. Guru SD setempat, Ibu Dewi, berdiri di depan kelas memegang senter kepala, menerangi papan tulis yang penuh coretan rumus. "Kami biasa dengan kondisi begini ujian tetap harus dilaksanakan. Semangat anak-anak luar biasa," tuturnya. Setelah ujian seelsai, para siswa bergegas pulang ke rumah masing-masing, melewati jalan setapak berlumut yang gelalap. Beberapa di antara mereka masih membawa buku catatan yang sudah lecek karena sering dibaca di bawah lampu tempel di rumah.
Pendidikan Keterbatasan Infrastruktur Pulau Perbatasan
Tokoh: Ibu Dewi
Organisasi: SD Negeri 4 Sebatik Utara
Lokasi: Pulau Sebatik, Sebatik Utara, RI, Malaysia

Artikel terkait