NASIONALISM

Anak-Anak Perbatasan Entikong Bernyanyi Lagu Indonesia Raya di Pos Lintas Batas

Anak-Anak Perbatasan Entikong Bernyanyi Lagu Indonesia Raya di Pos Lintas Batas
Semburat jingga sore itu menerangi deretan pagar kawat berduri di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat. Dari kejauhan terdengar suara cempreng anak-anak membawakan lagu Indonesia Raya. Mereka adalah siswa SDN 01 Entikong yang setiap hari Jumat mengadakan upacara bendera di halaman PLBN. Seragam merah putih mereka robek-robek, namun semangat di wajah mereka tak pudar. “Kami ingin mereka tahu batas negara bukan pemisah, tapi pengingat bahwa ibu pertiwi ada di sini,” ujar Pak Markus, guru senior yang sudah 20 tahun mengajar di perbatasan. Di bawah kibaran Merah Putih, anak-anak itu juga latihan baris-berbaris, seringkali menjadi tontonan warga Malaysia yang melintas. Tak jarang mereka mendapat tepuk tangan dari pihak seberang. Setelah upacara, mereka berbagi jajan dengan petugas imigrasi. Momen sederhana ini menjadi ritual yang memperkuat rasa cinta tanah air di usia dini. Di sini, di ujung negeri, nasionalisme tumbuh dari hal-hal kecil: lantunan lagu, hormat pada bendera, dan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.
Nasionalisme Anak Perbatasan
Tokoh: Markus
Organisasi: SDN 01 Entikong, Pos Lintas Batas Negara Entikong
Lokasi: Entikong, Kalimantan Barat, Indonesia, Malaysia

Artikel terkait