Bendera Dayak Borneo di Krayan: Jangan Abaikan Suara Perbatasan
21 Agustus 2026
23 views
Di persimpangan jalan berlumpur Krayan Selatan, dua bendera berkibar berdampingan: Sang Saka Merah Putih dan Bendera Dayak Borneo dengan warna merah, hitam, dan putihnya. Ini bukan pemandangan konfrontasi, melainkan sebuah dialog visual yang powerful. Angin perbatasan menerpa kedua kain itu, membuatnya berkibar dalam irama yang sama, mencerminkan harapan yang beririsan. Sorotan kamera mungkin tertuju pada simbol, tetapi mata penduduk lokal tertuju pada roda truk yang terperosok di lumpur di bawahnya. Ketua Persekutuan Dayak Lundayeh, Yonsep, menegaskan bahwa bendera tambahan itu adalah sebuah 'amplifier' untuk suara yang kerap tak terdengar—suara tentang jalan nasional Malinau-Krayan yang masih seperti medan perang, tentang impian pemekaran wilayah yang mangkrak di meja birokrasi, tentang akses yang bukan hanya untuk kendaraan, tetapi juga untuk aspirasi. Pemandangan ini adalah esai foto hidup tentang identitas yang kompleks; masyarakat Krayan adalah Indonesia sepenuhnya, tetapi dengan realitas lokal yang menuntut pengakuan dan penyelesaian konkret. Setiap kibaran bendera Dayak di samping Merah Putih adalah pengingat bahwa nasionalisme di perbatasan dibangun di atas pemenuhan hak-hak dasar.
Perbatasan KrayanInfrastruktur JalanDayak BorneoPemekaran Wilayah