NASIONALISM

Dari Jagoi Babang, Semangat Nasionalisme Berkobar lewat Pawai Merah Putih

Dari Jagoi Babang, Semangat Nasionalisme Berkobar lewat Pawai Merah Putih

Pawai Merah Putih di Jagoi Babang, Bengkayang, menjadi ritual tahunan yang membangkitkan semangat nasionalisme warga perbatasan. Ribuan warga dari berbagai etnis berbaur dalam barisan sepanjang 5 kilometer, diiringi doa dan nyanyian Tanah Airku. Kegiatan ini membuktikan bahwa di ujung barat Kalimantan, rasa cinta tanah air tetap berkobar dan diwariskan kepada generasi muda.

Ratusan warga berjalan beriringan memegang bendera Merah Putih di sepanjang Jalan Raya Jagoi Babang, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Mereka menempuh rute sepanjang lima kilometer, dari Pasar Tugu hingga Pos Lintas Batas Negara. Di sisi kiri jalan, spanduk bergambar pahlawan nasional dipasang di pagar rumah warga, sementara anak-anak melambaikan bendera kecil dari atas motor. Matahari pagi yang perlahan naik di ufuk timur menyinari wajah-wajah penuh semangat yang berbaur dengan keringat, menciptakan pemandangan yang menghangatkan hati di tengah dinginnya udara perbatasan.

Menyusuri Jalanan Perbatasan yang Sarat Sejarah

Pawai ini menjadi ritual tahunan menjelang Hari Sumpah Pemuda, tetapi tahun ini terasa lebih istimewa. Warga dari berbagai etnis — Dayak, Melayu, Tionghoa, dan Jawa — berbaur dalam satu barisan. Mereka kompak mengenakan pakaian adat dan baju tradisional masing-masing. Sesekali terdengar teriakan "Merdeka!" yang disambut gemuruh tepuk tangan. Di sepanjang jalan, warga yang tinggal di rumah panggung keluar beranda untuk ikut bersorak. Semangat kebersamaan ini tidak hanya terlihat dari barisan pawai, tetapi juga dari cara mereka saling berbagi air minum dan makanan ringan di sela-sela perjalanan.

  • Rute pawai membentang sepanjang 5 kilometer, melewati pemukiman padat dan area persawahan yang masih asri.
  • Sejumlah pos pengamanan sementara didirikan di titik-titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan memastikan kelancaran acara.
  • Spanduk bertuliskan ajakan cinta tanah air terpasang di sepanjang jalan, mempertegas pesan nasionalisme yang diusung.
  • Suara tabuh gendang khas Kalimantan mengiringi langkah peserta, menambah semarak suasana yang penuh khidmat.

Doa dan Kenangan Perjuangan di Halaman PLBN

Hari semakin siang ketika barisan pawai tiba di halaman PLBN. Di sana, seorang sesepuh Dayak memimpin doa dan membacakan sejarah perjuangan Jagoi Babang yang pernah menjadi titik perlawanan terhadap penjajah. Bagi warga, pawai ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol bahwa di ujung barat Kalimantan, Indonesia tetap terasa di dada. Deru nyanyian "Tanah Airku" menggema, membumbung ke langit biru perbatasan. Para ibu-ibu yang setia menemani anak-anaknya ikut bernyanyi dengan mata berkaca-kaca, mengingatkan kita bahwa rasa cinta tanah air tidak pernah padam meski berada di pelosok negeri.

Di sela-sela acara, salah seorang warga bernama Markus (52), menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan generasi muda tentang perjuangan para pahlawan. "Kami di sini jauh dari pusat pemerintahan, tapi rasa nasionalisme tidak boleh luntur. Lewat pawai ini, anak-anak kami belajar bahwa menjadi Indonesia adalah kebanggaan yang tidak bisa ditawar," ujarnya dengan nada haru. Para pemuda juga turut andil, mereka membentuk barisan keamanan dan membantu mengatur jalannya pawai dengan sigap.

Ketika acara puncak usai, langit perbatasan menunjukkan senja yang kemerahan. Warga mulai membubarkan diri dengan wajah puas namun tetap menyimpan kebanggaan. Di sepanjang jalan pulang, bendera Merah Putih tetap berkibar gagah di gagang sepeda motor dan gerobak dagang mereka. Hari itu, Jagoi Babang membuktikan bahwa nasionalisme tidak mengenal jarak dan tidak bisa diukur oleh jauhnya kilometer dari Ibu Kota. Sebab di ujung barat Kalimantan ini, semangat Indonesia terus menyala dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Melihat semangat yang berkobar di Jagoi Babang, sudah sepatutnya kita yang berada di seluruh penjuru negeri ikut merasakan getaran nasionalisme ini. Bagi warga perbatasan, Merah Putih bukan sekadar kain, melainkan identitas, harga diri, dan janji setia yang mereka pelihara setiap hari. Ketika kita menikmati kemudahan di pusat kota, mari kita ingat bahwa di sana, di Jagoi Babang dan seluruh daerah perbatasan Indonesia, masih ada saudara-saudara yang dengan bangga menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pawai Merah Putih ini adalah cermin bahwa nasionalisme sejati tidak pernah memandang jarak dan kondisi — ia lahir dari hati yang tulus untuk tetap bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Pawai Merah Putih Hari Sumpah Pemuda Nasionalisme
Organisasi: Pos Lintas Batas Negara
Lokasi: Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan, Indonesia, Pasar Tugu, Jalan Raya Jagoi Babang

Artikel terkait