INFRASTRUKTUR

Jembatan Gantung Putus di Krayan, Warga Terpaksa Menyusuri Sungai

Jembatan Gantung Putus di Krayan, Warga Terpaksa Menyusuri Sungai
Pagi itu, kabut tipis masih menyelimuti Perbukitan Krayan, Kalimantan Utara. Dari kejauhan, jembatan gantung yang menghubungkan Desa Long Midang ke pusat kecamatan tampak melorot, rantai putus di bagian tengah. Warga berkumpul di tepi sungai Krayan, membawa karung berisi hasil perkebunan dan beberapa ekor ayam dalam keranjang rotan. Seorang bapak bernama Petrus (52 tahun) melepas sepatu, lalu mulai meniti perahu motor yang sudah antri di dermaga darurat. "Jembatan ini sudah 3 bulan lalu putus karena banjir. Kami minta pemerintah tolong segera dibangun, tiap hari harus pakai perahu memakan waktu dua jam pulang-pergi," katanya, suaranya diterbangkan angin pegunungan. Di seberang sungai, anak-anak seragam merah putih menunggu teman mereka untuk berangkat sekolah. Para ibu membawa ember berisi air keruh untuk kebutuhan rumah tangga. Getah pohon meranti di sekitar sungai menyebarkan aroma hutan. Material bangunan seperti semen dan seng terlihat menumpuk di tepi, menunggu diperbaiki. Tak ada kendaraan roda empat yang bisa lewat; satu-satunya jalur adalah sungai dan jalan setapak berbatu. Pemandangan ini mengingatkan bahwa di perbatasan Indonesia-Malaysia, pembangunan infrastruktur masih menjadi cerita yang terus diulang: harapan berselang dengan kenyataan lapangan.
jembatan gantung putus infrastruktur perbatasan kehidupan warga
Tokoh: Petrus
Lokasi: Krayan, Kalimantan Utara, Desa Long Midang, Sungai Krayan, Indonesia, Malaysia

Artikel terkait