Kisah Guru di Pulau Terluar Natuna: Mengajar dengan Lampu Senter dan Kapur Batu
10 Oktober 2026
13 views
Di Pulau Senua, Natuna, yang berjarak 15 mil dari perbatasan Malaysia, ruang kelas SD Negeri 002 hanya berdinding anyaman bambu. Dari jendela kayu yang lapuk, terlihat guru bernama Susanti sedang menulis rumus matematika di papan hitam dengan kapur batu berwarna putih pudar. Pukul 16.00, langit mulai gelap, dan tak ada lampu listrik. Susanti pun mengeluarkan senter kepala yang ia kenakan, sinarnya menerangi papan tulis. 'Anak-anak, ikuti saya,' katanya pelan. Dua belas murid duduk lesehan di lantai papan berlubang. Di dinding, tertempel foto Presiden dan peta Indonesia yang sudah robek. Susanti bercerita bahwa bantuan buku dari provinsi hanya datang setahun sekali, tapi ia tetap mengajar dengan sepenuh hati.