Kisah Maria, Guru di Puncak Papua yang Mengajar dengan Segala Keterbatasan
01 Oktober 2026
11 views
Dinginnya udara pegunungan menyapa ketika Maria, seorang guru muda, mulai menyusuri jalan setapak berbatu menuju sebuah sekolah darurat. Di ketinggian 3.200 meter di atas permukaan laut, ia membawa papan tulis kayu yang digendong di punggungnya. Dari balik awan, anak-anak berlari gemetar menyambut gurunya dengan senyum polos. Kelas darurat itu hanya dinding anyaman bambu dan atap rumbai, tempat belajar mengaji dan berhitung bergantian. Maria mengaku kadang harus mengolah air hujan untuk kebutuhan siswa dan berjalan kaki hampir 5 jam untuk mencapai sekolah. Meski minim fasilitas, semangatnya membara karena ia percaya pendidikan adalah jalan keluar dari keterisolasian. Wajah letihnya hilang saat melihat anak-anak yang antusias menghafal perkalian di ujung negeri yang tertinggal ini.