Kisah Petani Adan Krayan: Beras Termahal Indonesia yang Ditanam di Lahan Perbukitan Perbatasan
09 Oktober 2026
12 views
Di lereng perbukitan hijau Krayan, petani setempat dengan tekun merawat hamparan padi Adan yang terkenal sebagai beras termahal Indonesia. Mereka bekerja dengan metode tradisional, tanpa mesin berat, mengandalkan cangkul dan sabit. Setiap bulir emas yang dihasilkan adalah buah dari kerja keras di tanah yang subur namun terisolasi. Pemandangan ini kontras dengan kesulitan yang mereka hadapi: setelah panen, mereka harus membawa beras itu dengan pesawat perintis atau melalui jalur sungai yang berliku-liku untuk sampai ke pasar Nunukan.
Beras Adan memiliki cita rasa dan tekstur khusus, membuatnya diminati hingga ke kota-kota besar. Namun, rantai distribusi yang panjang dan biaya transportasi yang mahal membuat harganya melambung tinggi dan keuntungan yang sampai ke tangan petani tidak sebanding dengan jerih payah mereka. Para petani berharap pembangunan jalan darat Malinau-Nunukan-Krayan bisa menjadi solusi. Dengan akses darat, mereka bisa mengangkut hasil panen lebih banyak dan lebih murah, meningkatkan skala ekonomi mereka.
Di balik potensi ekonominya, beras Adan juga menjadi simbol ketahanan. Di tengah godaan untuk menjual lahan atau beralih ke komoditas yang lebih mudah dipasarkan, petani Krayan memilih bertahan menjaga warisan leluhur. Mereka percaya bahwa dengan dukungan infrastruktur yang memadai, beras mereka tidak hanya bisa menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga menjadi duta budaya dan ketahanan pangan dari wilayah perbatasan Indonesia.