NASIONALISM

Koramil di Tapal Batas Kalbar Gelar Gotong Royong Bersihkan Makam Pahlawan Tak Dikenal

Koramil di Tapal Batas Kalbar Gelar Gotong Royong Bersihkan Makam Pahlawan Tak Dikenal

Sepuluh anggota Koramil 1201-01/Jagoi Babang bersama pemuda setempat bergotong royong membersihkan makam pahlawan tak dikenal di bukit terisolasi Kecamatan Jagoi Babang, Kalimantan Barat. Makam yang menjadi sak bisu pengorbanan di tapal batas ini dirawat sebagai penghormatan dan pengingat akan sejarah garis depan yang sunyi. Kegiatan ini menggugah kesadaran akan pentingnya merawat ingatan serta kepedulian terhadap kondisi riil di perbatasan Indonesia.

Sinaran mentari pagi perlahan menembus celah dedaunan hutan tropis di Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Udara segar bercampur aroma tanah basah menyambut kedatangan sepuluh anggota Koramil 1201-01/Jagoi Babang yang tengah bergerak menuju sebuah bukit kecil. Di sana, di bawah naungan pohon durian raksasa, tersembunyi sebuah makam tua yang nyaris tak tersentuh waktu. Batu nisan putihnya mulai berlumut, dan tulisan 'Pahlawan Tak Dikenal' dengan cat merah yang pudar nyaris tak terbaca. Inilah titik hening di tapal batas—sebuah pengingat bisu akan pengorbanan tanpa nama yang menjaga garis depan negeri.

Gotong Royong di Atas Bukit Perbatasan

Rumput liar setinggi lutut dipotong satu per satu oleh para prajurit bersama pemuda setempat. Mereka bekerja bahu-membahu, mencabut ilalang yang menutupi batu nisan, membersihkan lumut dengan sikat, dan merapikan area sekitar makam pahlawan ini. Sersan Dua Budi, komandan regu yang memimpin kegiatan gotong royong, menjelaskan bahwa makam tersebut adalah tempat peristirahatan terakhir seorang prajurit yang gugur saat menjaga perbatasan pada era 1960-an. 'Kami jaga makam ini sebagai penghormatan dan pengingat bahwa garis terdepan tidak pernah sepi dari pengorbanan,' ucapnya lirih sambil menegakkan kembali salib kayu yang mulai miring. Di kejauhan, PLBN Jagoi tampak megah berdiri, namun di sini, di bukit kecil ini, sejarah berbisik dengan sunyi.

Kegiatan ini bukan sekadar bersih-bersih biasa. Ia adalah ritual tahunan yang mengakar kuat di jiwa prajurit Koramil dan warga desa. Mereka datang dengan peralatan sederhana—arit, sabit, dan ember berisi air—untuk merawat makam yang tak bernama ini. Suara burung kicauan dari atas pohon durian menjadi latar belakang alami, seolah ikut bersenandung dalam heningnya penghormatan. Seorang pemuda setempat, Andi, mengaku turun tangan karena merasa makam ini adalah bagian dari sejarah keluarganya di perbatasan. 'Kakek saya bilang, dulu di sini sering terdengar tembakan. Makam ini jadi saksi,' ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Bendera Merah Putih Berkibar di Atas Doa

Saat matahari kian meninggi, seluruh anggota regu dan warga mengelilingi makam. Doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk di bawah kibar bendera merah putih yang ditancapkan di sisi makam. Sinarnya memantul di batu nisan, seolah menerangi ingatan akan jasa-jasa yang tak pernah tercatat dalam buku sejarah. Kondisi infrastruktur jalan setapak menuju lokasi ini masih berupa tanah berbatu dan licin setelah hujan, menunjukkan betapa terisolasinya tempat ini. Namun, semangat gotong royong tanpa pamrih tetap membara.

  • Akses Jalan: Jalan setapak tanah berbatu selebar 1 meter, licin saat hujan, membutuhkan waktu 15 menit berjalan kaki dari PLBN Jagoi.
  • Kondisi Makam: Batu nisan putih dari semen mulai retak, cat merah pada tulisan 'Pahlawan Tak Dikenal' pudar, salib kayu lapuk dimakan rayap.
  • Peran Koramil: Koramil 1201-01/Jagoi Babang secara rutin melakukan perawatan makam ini setiap bulan menjelang Hari Pahlawan.

Di ujung negeri, di bawah naungan pohon durian raksasa, para prajurit dan warga desa terus merawat ingatan akan pengorbanan tanpa nama. Makam ini bukan sekadar tumpukan batu dan tanah; ia adalah simbol bahwa setiap jengkal tapal batas Indonesia dijaga oleh nyawa-nyawa yang rela tak tercatat. Semangat gotong royong dan nasionalisme yang terpancar dari bukit kecil ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa di garis depan, cinta tanah air tak pernah pudar, meski waktu terus berlalu. Mari kita terus peduli pada kondisi riil saudara-saudara kita di perbatasan, agar pengorbanan para pahlawan tak dikenal ini tidak pernah sia-sia.

gotong royong pembersihan makam pahlawan perbatasan Kalimantan Barat
Tokoh: Budi
Organisasi: Koramil 1201-01/Jagoi Babang
Lokasi: Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, PLBN Jagoi, Kalimantan Barat

Artikel terkait