SUARA PERBATASAN

Layanan Kesehatan di Jila Terancam Usai Nakes Dievakuasi karena Trauma

Layanan Kesehatan di Jila Terancam Usai Nakes Dievakuasi karena Trauma

Puskesmas Jila di Mimika, Papua, sepi total setelah seluruh tenaga medis dievakuasi akibat trauma pascainsiden kontak tembak pada 17 Agustus. Kekosongan ini memaksa warga menempuh perjalanan berjam-jam ke Timika untuk mendapat pertolongan, meningkatkan risiko ibu hamil dan anak-anak. Di tengah keterbatasan, harapan tetap ada untuk pemulihan keamanan dan layanan kesehatan di garis depan.

Puskesmas Jila di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua, kini berdiri bagaikan bangunan bisu di tengah hamparan tanah yang ditinggalkan. Daun-daun kering berterbangan di halaman, menusuk sunyinya pagi yang biasanya riuh oleh tangis bayi dan obrolan para ibu. Rak obat masih terisi, alat periksa terbungkus selimut debu, dan plang bertuliskan "Puskesmas" mulai pudar dimakan cuaca. Tak ada lagi derap kaki tenaga medis bergegas menangani pasien, tak ada lagi tatap teduh seorang mantri yang akrab disapa warga di setiap sudut kampung. Foto jurnalisme menangkap keheningan yang mencekam di garis depan ini, meninggalkan pertanyaan besar: jika puskesmas sepi, siapa kini yang menyambut keluh kesah sakit warga Jila?

Ketika Luka Tak Terlihat Menghantui Penjaga Garis Depan

Insiden kontak tembak yang terjadi pada 17 Agustus lalu, yang merenggut nyawa seorang prajurit TNI, bukan hanya meninggalkan duka dan trauma bagi keluarga korban. Guncangannya merambat ke jantung pelayanan kesehatan di wilayah terdepan. Seluruh tenaga medis di Puskesmas Jila dievakuasi ke Timika — darurat yang diambil demi keselamatan jiwa mereka. Seorang mantri senior yang telah berpuluh-puluh kali bertugas di zona rawan, kini nyaris tak kuasa menahan gemetar saat mengingat bising tembakan dan teriakan yang memecah udara. Hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan menyatakan ia mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD). Bayangan peristiwa kelam itu masih menghantuinya; ia mudah panik dan refleks menunduk mencari perlindungan saat mendengar suara keras. Wajah yang dulu tegar melayani masyarakat di pelosok kini seringkali kosong menatap jauh ke depan — luka batin yang tak terlihat perlahan menggerogoti semangatnya. Trauma ini bukan hanya milik satu orang, melainkan bayang-bayang yang menyelimuti seluruh tenaga medis yang pernah bertugas di puskesmas terpencil itu.

Vacuum Layanan: Ketika Warga Terpaksa Menempuh Jalan Panjang

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Goldfried Maturbongs, menegaskan bahwa evakuasi tersebut adalah langkah terbaik untuk menjaga keselamatan para tenaga medis. Namun, keputusan itu menciptakan kekosongan pelayanan publik yang mendalam. Distrik Jila kini nyaris tak memiliki akses kesehatan yang memadai:

  • Warga yang membutuhkan pertolongan medis harus menempuh perjalanan berjam-jam melewati medan berat dan minim infrastruktur menuju Timika.
  • Ibu hamil yang akan melahirkan menghadapi risiko besar; nyawa bergantung pada keputusan cepat yang terkendala jarak dan kondisi jalan.
  • Anak-anak yang membutuhkan imunisasi rutin kini kehilangan akses, membuka celah bagi munculnya penyakit yang seharusnya dapat dicegah.
  • Ancaman wabah dan penanganan penyakit menular seperti malaria dan infeksi saluran pernapasan akut menjadi pekerjaan rumah baru yang tak bisa ditunda.

Inilah kondisi riil di garis depan: ketika konflik tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mengikis hak dasar warga negara untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak. Suara-suara dari rumah-rumah panggung yang tersebar di lembah-lembah itu seakan tak terdengar. Namun, di balik kesunyian, ada harapan yang tak padam — sebuah doa agar Pemerintah Pusat dan jajaran TNI dapat segera memulihkan rasa aman, agar para tenaga medis berani kembali, dan agar Puskesmas Jila kembali riuh oleh kehidupan. Jiwa-jiwa di ujung negeri ini layak mendapat pelayanan publik yang setara, karena mereka adalah bagian tak terpisahkan dari ibu pertiwi. Saatnya kita bergerak, bukan hanya untuk menambal luka fisik, tetapi juga menyembuhkan trauma yang menganga di antara para penjaga garis depan.

konflik kesehatan evakuasi tenaga kesehatan PTSD
Tokoh: Goldfried Maturbongs
Organisasi: Puskesmas Jila, TNI, Dinas Kesehatan Mimika
Lokasi: Jila, Timika, Mimika, Distrik Jila

Artikel terkait