POTRET GARIS DEPAN

Lima Honai Terbakar, Satgas Yonif 742/SWY Berjibaku Jinakkan Api di Kuyawage

Lima Honai Terbakar, Satgas Yonif 742/SWY Berjibaku Jinakkan Api di Kuyawage

Kebakaran melanda permukiman warga di Kampung Luarem dan Karupura, Lanny Jaya, menghanguskan lima honai dan delapan hektare lahan. Satgas Yonif 742/SWY berjibaku memadamkan api selama hampir dua jam tanpa korban jiwa. Kemanunggalan TNI dan rakyat terlihat nyata lewat bantuan darurat dan semangat membangun kembali hunian.

Dari ketinggian, drone Satgas Yonif 742/SWY merekam hamparan asap putih pekat yang membumbung di antara lembah hijau Pegunungan Kuyawage, Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Kobaran api liar dengan cepat melahap ilalang kering yang membentang di perbukitan, bergerak semakin dekat menuju permukiman warga di Kampung Luarem dan Karupura. Angin selatan yang bertiup kencang membuat api semakin sulit diprediksi. Satu per satu, lima honai—rumah adat berbentuk bulat dengan atap jerami khas warga pegunungan—dilalap si jago merah. Rangka kayu yang hangus dan kepulan asap tebal menjadi pemandangan duka yang terekam dari udara.

Personel Satgas Yonif 742/SWY yang tengah berjaga di Pos Komando Taktis langsung bereaksi cepat. Menyadari ancaman yang mendekat, mereka tidak hanya berupaya menyelamatkan peralatan penting, tetapi juga memilih maju menghadapi dinding api. Dalam terik panas dan sengatan asap yang menyengat, siluet prajurit terlihat berjibaku memutus jalur api dengan alat seadanya—parang, kayu, dan ranting basah. Teriakan koordinasi bersahut-sahutan di tengah deru angin yang membawa bara api. Mereka bergerak sigap membersihkan ilalang kering, membuat sekat bakar, serta melindungi rumah-rumah warga yang masih berada di jalur aman.

Berjibaku Menjinakkan Si Jago Merah di Pegunungan Kuyawage

Perjuangan melawan api berlangsung hampir dua jam. Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.40 WIT, setelah prajurit dan warga bahu-membahu melakukan pemadaman. Namun, dari catatan lapangan, sebanyak delapan hektare lahan hangus dan lima honai musnah dilalap api. Meski kerugian material tidak bisa dihindari, kabar baiknya tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka. Evakuasi dilakukan cepat, terutama untuk anak-anak dan lansia yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

  • Sebanyak 8 hektare lahan ilalang kering hangus terbakar di Pegunungan Kuyawage.
  • 5 honai warga di Kampung Luarem dan Karupura rata dengan tanah.
  • Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 14.40 WIT setelah perjuangan nyaris 2 jam.
  • Tidak ada korban jiwa; warga dievakuasi ke tempat aman.
  • Personel Satgas Yonif 742/SWY masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi api kembali muncul.

Komandan Satgas Yonif 742/SWY, Letkol Inf Dedi Risdiantoro, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. “Kami bergerak sejak api mulai mendekati permukiman. Situasi cukup sulit karena angin kencang dan medan berbukit, tapi berkat kerja sama dengan warga, api bisa kita kendalikan,” ujarnya. Di tengah kelelahan, para prajurit masih terlihat berjaga di lokasi. Wajah mereka belepotan jelaga, seragam basah oleh keringat, namun senyum tipis terlihat ketika memastikan warga dalam keadaan aman. Potret ini adalah wujud nyata pengabdian di garis depan yang melampaui sekadar tugas penjagaan perbatasan.

Bantuan dan Kemanunggalan TNI dengan Warga di Ujung Negeri

Musibah kebakaran ini membuka mata kita semua bahwa kehidupan warga di pegunungan tengah Papua masih sangat rentan. Keterbatasan akses air, medan yang terjal, dan rumah yang terbuat dari material mudah terbakar menjadikan setiap bencana sebagai ujian ketahanan. Namun di balik itu, kemanunggalan antara TNI dan rakyat terlihat jelas. Tak hanya memadamkan api, personel Satgas juga memberi bantuan darurat berupa makanan, air bersih, serta tenda dan terpal untuk warga yang kehilangan tempat tinggal. Mereka hadir bukan sebagai aparat, melainkan sebagai saudara yang berbagi beban.

Letkol Inf Dedi menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau titik-titik panas dan membantu warga membangun kembali honai-honai yang terbakar. Semangat gotong royong pun muncul dari warga setempat yang bergantian menyalurkan bantuan dan menyiapkan makanan sederhana untuk para prajurit. Di tengah duka dan abu, ada kehangatan yang tumbuh. Honai mungkin bisa kembali dibangun, tetapi yang lebih penting adalah rasa aman dan kebersamaan yang dirasakan warga saat negara hadir di tengah mereka.

Kebakaran di Kuyawage adalah pengingat bahwa masih banyak saudara kita di ujung negeri yang menantikan kehadiran negara dalam berbagai bentuk—perlindungan, bantuan, dan perhatian. Di balik asap yang mengepul, para prajurit menunjukkan bahwa mereka tidak pernah lelah menjaga dan merangkul. Lensa kita hari ini mungkin menangkap duka, tetapi di baliknya terpancar semangat nasionalisme yang tidak pernah padam. Kiranya peristiwa ini semakin menguatkan tekad kita semua untuk terus peduli kepada mereka yang berada di garis depan ibu pertiwi.

Kebakaran Honai Pemadaman Api Satgas Yonif 742/SWY
Tokoh: Dedi Risdiantoro
Organisasi: Satgas Yonif 742/SWY
Lokasi: Kuyawage, Lanny Jaya, Kampung Luarem, Karupura

Artikel terkait