POTRET GARIS DEPAN

Melalui Jalur Sebuku, Pangdam VI Mulawarman Tinjau Medan Latihan di Ujung Garis Batas

Melalui Jalur Sebuku, Pangdam VI Mulawarman Tinjau Medan Latihan di Ujung Garis Batas

Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, meninjau langsung medan latihan Super Garuda Shield di Sebuku, Nunukan, yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia. Ia memeriksa kesiapan infrastruktur, berdialog dengan prajurit, dan menekankan pentingnya kemanunggalan TNI-rakyat sebagai benteng hidup di garis batas. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perbatasan adalah denyut nadi NKRI yang harus terus diperjuangkan.

Helikopter militer berwarna loreng mendarat di lapangan terbuka Desa Melasu Baru, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. Baling-balingnya masih berputar lambat saat pintu geser dibuka. Dari dalamnya turun Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, langsung menapaki tanah merah yang basah oleh embun pagi. Debu menempel di sepatu bootnya saat ia melangkah tegap menuju hamparan hutan lebat Kalimantan Utara yang membentang hingga ke Sabah, Malaysia. Di depannya, garis batas negara hanya tampak sebagai celah di antara pepohonan, tempat di mana latihan militer internasional Super Garuda Shield akan digelar. Udara terasa lembab, bau tanah dan dedaunan bercampur dengan suara burung hutan yang sesekali terdengar. Pangdam mengamati sekeliling, matanya menyapu medan yang akan menjadi saksi pergerakan ribuan prajurit dari berbagai negara.

Menyusuri Medan Latihan di Ujung Negeri

Pangdam menyusuri areal PT Bulungan Hijau Perkasa hingga ke Kampung Gunung Harimau di Desa Pembeliangan. Ia memeriksa setiap sudut medan latihan yang masih dalam tahap penyelesaian. Dari pos komando yang baru didirikan hingga jalur lintas medan yang akan dilintasi prajurit, semuanya ditinjau dengan saksama. Berikut beberapa kondisi infrastruktur yang ditemukan:

  • Pos komando utama masih membutuhkan sentuhan akhir pada sistem komunikasi.
  • Jalur lintas medan sepanjang 5 kilometer sudah dipasangi rambu-rambu navigasi.
  • Tempat perlindungan sementara bagi prajurit masih terbuat dari tenda dan terpal.
  • Landasan helikopter darurat sudah diperkeras dengan batu dan pasir.
  • Sumber air bersih mengandalkan sungai kecil di dekat pos.

Krido Pramono berdiri di tepi jalur latihan, tangannya memegang peta yang sudah usang. Ia berbicara dengan komandan satuan setempat, memastikan semua sarana pendukung latihan siap dan aman. Dari tempatnya berdiri, terlihat jelas hamparan hutan yang menjadi garis pemisah dua negara — Indonesia dan Malaysia. Di balik rimbunnya dedaunan, kehidupan warga perbatasan terus berjalan dengan segala keterbatasan.

Benteng Hidup di Garis Batas

Peninjauan tidak berhenti di infrastruktur. Pangdam mendatangi pos-pos jaga TNI di sepanjang garis batas. Di sana, ia bertemu dengan prajurit yang wajahnya terbakar matahari tropis, seragam mereka lusuh namun semangat tetap menyala. Kepada mereka, Krido menyampaikan pesan yang menggema di antara dedaunan hutan: tugas di perbatasan bukan sekadar menjaga peta, tetapi menjadi benteng hidup bagi harapan dan kedamaian warga. Setiap cengkeraman jemari pada senjata di tengah belantara Sebuku adalah nafas hidup NKRI. Ia menekankan pentingnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Prajurit harus hadir sebagai solusi bagi masalah masyarakat — akses jalan yang rusak, air bersih yang langka, dan pelayanan kesehatan yang minim. Di pos jaga sederhana itu, Pangdam mendengarkan keluh kesah warga yang datang membawa hasil kebun. Mereka bercerita tentang sulitnya mendapat pupuk dan harga jual yang rendah. Krido berjanji akan menindaklanjuti. Dari jendela ruangan Mako Puslatpur TNI, pemandangan hutan yang menjadi garis batas terlihat jelas. Di balik pepohonan itu, ada perjuangan yang tak pernah lelah: prajurit yang berjaga siang malam, warga yang bertahan hidup di ujung negeri. Kunjungan Pangdam bukan sekadar inspeksi, melainkan pengakuan bahwa tanah ini — perbatasan Nunukan — adalah denyut nadi Indonesia. Di tempat yang sering dilupakan oleh gemerlap kota, ada benteng hidup yang terus berdetak, diperkuat oleh keringat, doa, dan cinta tanah air.

Pangdam VI Mulawarman Super Garuda Shield perbatasan latihan militer
Tokoh: Krido Pramono
Organisasi: TNI, PT Bulungan Hijau Perkasa, Puslatpur TNI
Lokasi: Desa Melasu Baru, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabah, Malaysia, Kampung Gunung Harimau, Desa Pembeliangan, Sebuku, Nunukan

Artikel terkait