POTRET GARIS DEPAN

Mengintip Persimpangan di Yahukimo, Ketegangan Berakhir dengan Evakuasi Jenazah

Mengintip Persimpangan di Yahukimo, Ketegangan Berakhir dengan Evakuasi Jenazah

Kontak tembak di Distrik Dekai, Yahukimo, berujung evakuasi empat jenazah dan pengamanan satu pucuk senjata rakitan beserta amunisi. Tim gabungan melakukan penyisiran di rumah singgah, mengamankan tiga ponsel dan memeriksa enam warga. Warga mulai kembali beraktivitas, namun bayang-bayang ketakutan masih menyelimuti akibat serangan sebelumnya terhadap warga sipil, tenaga kesehatan, dan guru.

Matahari mulai condong di Distrik Dekai, Yahukimo, saat angkutan jenazah memasuki halaman RSUD Dekai. Empat mayat muda tertutupi kain—evakuasi pasca kontak tembak yang memecah keheningan Jalan Miyaro. Bekas proyektil masih berserakan di sekitar bangunan bekas Kantor KPU, saksi bisu pertarungan antara pasukan bersenjata dan aparat gabungan yang berusaha membongkar persembunyian. Jalanan berdebu masih kosong, hanya dihiasi jejak roda dan butiran peluru kaliber 5,56 mm yang belum dipungut. Udara lembab pegunungan membawa aroma mesiu yang masih menempel di rumah singgah yang digerebek—sebuah pemandangan yang membekas di garis depan Papua.

Bekas Proyektil dan Senyap di Jalan Miyaro

Di lokasi penggerebekan, tim gabungan menemukan satu pucuk senjata rakitan panjang beserta 11 butir amunisinya, tersembunyi di antara pakaian dan perlengkapan sehari-hari. Tiga ponsel juga diamankan, diperiksa untuk melacak jejak komunikasi kelompok yang telah menebar ancaman di wilayah itu. Proses penyisiran berlangsung teliti—setiap sudut rumah singgah diperiksa, sementara petugas bersenjata berjaga di luar, mengawasi setiap pergerakan warga yang mulai berani keluar setelah situasi dinyatakan aman.

  • Barang bukti yang diamankan: 1 pucuk senjata rakitan panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 mm, 3 ponsel.
  • Enam warga dengan inisial berbeda kini menjalani pemeriksaan di Polsek Dekai.
  • Laporan menyebutkan pembunuhan dua warga sipil pada 2023 dan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru pada Maret 2025 yang diduga melibatkan kelompok bersenjata ini.

Penyisiran dan Jerat Hukum di Dekai

Petugas berjaga-jaga di sepanjang jalan utama Dekai, mengawasi lalu lintas warga yang mulai beraktivitas kembali. Mereka mendengar laporan tentang pembunuhan dua warga sipil pada 2023 dan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru pada Maret 2025, yang diduga melibatkan kelompok bersenjata ini. Kini, anak-anak mulai kembali bermain di depan rumah, meski sesekali melirik ke arah bekas lokasi kejadian. Keamanan di Yahukimo seperti kaca yang retak, diperbaiki perlahan dengan penindakan hukum, namun retaknya masih meninggalkan bayang-bayang ketakutan. Di Polsek Dekai, enam warga masih menjalani pemeriksaan intensif—wajah-wajah mereka menahan tanya di balik jeruji, sementara petugas terus mendalami jaringan komunikasi yang terungkap dari ponsel yang disita.

Di tengah segala ketegangan, semangat kebangsaan kembali diuji. Warga Yahukimo—para pejuang di garis depan negeri—masih bertahan di antara debu dan peluru. Mereka berharap penindakan hukum bisa membawa kedamaian abadi, bukan sekadar jeda sesaat. Anak-anak yang bermain di depan rumah adalah bukti bahwa kehidupan tetap berjalan, namun luka di tanah Papua membutuhkan lebih dari sekadar operasi militer: dibutuhkan kehadiran negara yang nyata, yang hadir dalam pembangunan, pendidikan, dan rasa aman yang hakiki. Mari kita pandang mereka dengan mata hati—karena di ujung negeri, di balik setiap retakan, masih ada asa yang tak pernah padam.

konflik bersenjata keamanan evakuasi
Organisasi: KPU, RSUD Dekai, Polsek Dekai
Lokasi: Yahukimo, Dekai, Distrik Dekai, Miyaro

Artikel terkait