POTRET GARIS DEPAN

Menjaga Garis di Pulau Rote: Patroli Marinir dan Nelayan Tradisional

Menjaga Garis di Pulau Rote: Patroli Marinir dan Nelayan Tradisional
Kapal patroli Marinir berukuran kecil melaju di perairan dangkal sebelah selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Dalam foto jurnalisme, seorang prajurit, Kopda Hendra, berdiri di haluan dengan binocular di tangan. Dia memandang ke arah laut lepas yang berbatasan dengan Australia. 'Tugas kami bukan hanya mengawasi, tetapi juga membantu nelayan,' ujarnya. Potret berikutnya menunjukkan sebuah perahu nelayan tradisional yang sedang melintas di sekitar kapal patroli. Nelayan itu, Bapa Kletus, melambaikan tangan. Foto lain mengambil angle dari atas: perahu patroli dan perahu nelayan tampak seperti dua titik kecil di laut biru luas. Di darat, di Desa Papela, seorang wanita tua, Nda Leni, duduk di depan rumahnya yang menghadap langsung ke laut. 'Setiap pagi saya lihat kapal patroli lewat. Itu membuat kami merasa aman,' katanya. Potret close-up menunjukkan wajah Nda Leni yang keriput, dengan mata yang masih tajam memandang horizon. Sesi foto di dermaga kayu: prajurit marinir membantu seorang nelayan membawa hasil tangkapan ikan. Mereka berbagi cerita tentang kondisi laut. 'Garis depan bukan hanya batas negara, tetapi juga hubungan antara tentara dan warga,' kata seorang komandan patroli yang difoto sedang berdiri di antara prajurit dan nelayan. Gambar terakhir menunjukkan sunset di perairan Rote: kapal patroli berjalan perlahan, meninggalkan siluet yang menyatu dengan siluet perahu nelayan. Cahaya merah matahari terbenam menyinari kedua objek, simbol perlindungan dan kehidupan sehari-hari di ujung negeri.
Patroli Marinir di Pulau Rote Nelayan Tradisional di Rote NTT
Tokoh: Kopda Hendra, Bapa Kletus, Nda Leni
Organisasi: Marinir
Lokasi: Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Australia, Desa Papela

Artikel terkait