Pangdam Tinjau Benteng Hidup di Nunukan: Prajurit Garda Terdepan di Garis Batas
07 September 2026
14 views
Debu tanah merah beterbangan di Desa Melasu Baru, Nunukan, ketika rombongan Pangdam VI/Mulawarman melintasi jalan kampung menuju lokasi latihan. Mayjen TNI Krido Pramono berjalan tegap di antara peralatan tempur dan tenda-tenda prajurit, tangannya sesekali menepuk bahu anak buahnya yang sedang bersiap. Di latar belakang, suara mesin kendaraan tempur dan teriakan komando menciptakan simfoni kesiapsiagaan di garis perbatasan dengan Malaysia.
Pandangan Pangdam terpaku pada kondisi sarana di Mako Puslatpur. Ia memeriksa dengan saksama setiap sudut—dari tempat tidur di barak hingga peralatan komunikasi. Di bawah terik matahari Kalimantan, ia memberikan pengarahan dengan suara yang tegas namun terdengar jelas di tengah lapangan: "Kalian adalah benteng hidup negara di ujung negeri. Kesiapan bukan hanya soal senjata, tapi juga mental dan kedisplinan yang membaja."
Peninjauan berlanjut ke Kampung Gunung Harimau. Di sini, Pangdam melihat langsung bagaimana prajurit berinteraksi dengan warga lokal. Seorang prajurit muda sedang membantu memperbaiki atap rumah warga, sementara yang lain bermain sepak bola dengan anak-anak setempat. Adegan ini menggambarkan dualitas tugas di perbatasan—sebagai penjaga kedaulatan sekaligus sahabat masyarakat. Pangdam berpesan agar keberadaan TNI harus menjadi solusi dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan di wilayah yang sering kali merasa terpinggirkan ini.
Peninjauan Pangdam di Nunukankesiapan prajurit perbatasaninteraksi TNI dengan masyarakat