SUARA PERBATASAN

Pasar Lintas Batas Entikong: Ketika Perbedaan Mata Uang Jadi Cerita Sehari-hari

Pasar Lintas Batas Entikong: Ketika Perbedaan Mata Uang Jadi Cerita Sehari-hari
Di kios-kios semi permanen Pasar Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, percakapan dua bahasa bercampur aduk. Pedagang menerima ringgit dan rupiah dengan begitu luwes. Seorang wanita Malaysia menawar kain batik dengan aksen melayu yang lembut, sementara penjual perempuan Indonesia menghitung uang kembalian dengan cekatan. Di sudut pasar, sekelompok anak-anak bermain layang-layang, tak peduli negara mereka hanya dipisahkan oleh sebuah garis imajiner di aspal. "Di sini perbatasan bukan tembok, tapi pasar tempat kami berbagi," kata Ibu Yati, penjual ikan asin kering. Aroma terasi, ikan asin, dan bawang goreng berbaur dengan suara tawar-menawar yang akrab. Potret hidup warga perbatasan adalah soal adaptasi dan kebinekaan yang dijalani setiap hari.
Pasar Lintas Batas Perbatasan Indonesia-Malaysia Keberagaman Mata Uang
Tokoh: Ibu Yati
Lokasi: Pasar Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Malaysia, Indonesia

Artikel terkait