SUARA PERBATASAN

Pedagang di Atambua Terkendala Logistik, Harga Sembako Melambung

Pedagang di Atambua Terkendala Logistik, Harga Sembako Melambung

Di Pasar Swalayan Atambua, NTT, pedagang dan pembeli merasakan dampak kendala logistik perbatasan yang membuat harga sembako melambung. Distribusi dari Kupang berkurang drastis akibat cuaca buruk dan proyek jalan, sementara TNI hadir mengawal stabilitas. Warga berharap pasokan segera normal agar beban hidup di garis depan tidak semakin berat.

Pasar Swalayan Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pagi itu tak seperti biasanya. Udara lembab bercampur bau minyak tanah dan sayur layu menyambut langkah kaki yang masuk ke lorong utama. Di beberapa kios, pintu besi setengah tertutup, dan yang masih buka menghadapkan label harga yang membuat hati para pembeli mencelos. Ibu Maria (38), seorang pedagang sembako asal Atambua, tengah menata beberapa bungkus mie instan di etalase. Peluh mengalir di pelipisnya—bukan karena panas, melainkan akibat beban pikiran yang menggerogoti usahanya. 'Biasanya barang dari Kupang dikirim tiga kali seminggu, sekarang seminggu sekali. Harga minyak goreng naik 20 persen, gula juga,' keluhnya sambil mengelap keringat di dahi. Di balik jendela kios, sayup-sayup terdengar suara anak buah TNI dari Koramil Atambua yang berjaga, memantau situasi dengan tatapan waspada. Perbatasan dengan Timor Leste hanya beberapa kilometer di selatan—setiap ritme suplai sangat bergantung pada jalur darat yang kini penuh tantangan.

Lorong Pasar yang Sepi, Harga yang Mencekik

Para pedagang Atambua kini hidup dalam ketidakpastian. Kendala logistik perbatasan yang akut membuat harga sembako di NTT melambung jauh dari jangkauan kantong warga. Tidak hanya minyak goreng dan gula, harga beras, telur, dan gas elpiji juga ikut merangkak naik. Di sudut pasar, seorang pembeli bernama Bapak Frans mengurut dada saat melihat banderol minyak goreng yang melonjak lebih dari 20 persen. 'Dulu beli minyak goreng 1 liter Rp15.000, sekarang Rp18.000. Gula dari Rp13.000 jadi Rp16.000. Anak saya tiga, masak harus hemat bener,' ujarnya lirih. Distribusi dari Kupang yang biasanya tiga kali seminggu kini hanya seminggu sekali akibat cuaca buruk dan perbaikan jalan di sebagian ruas Trans-Timor. Akumulasi pasokan tersendat membuat stok di gudang pedagang menipis, sementara permintaan warga tetap tinggi menjelang akhir pekan. TNI dari Koramil Atambua rutin berjaga di area pasar untuk mengantisipasi potensi gejolak harga dan memastikan distribusi berjalan aman.

  • Harga minyak goreng naik dari Rp15.000 menjadi Rp18.000 per liter
  • Gula pasir melonjak dari Rp13.000 menjadi Rp16.000 per kilogram
  • Distribusi dari Kupang berkurang dari tiga kali menjadi sekali seminggu
  • Cuaca buruk dan proyek pelebaran jalan di ruas Kefamenanu-Atambua menjadi penyebab utama keterlambatan

Harapan di Tengah Keterbatasan: TNI Hadir sebagai Pengawal Distribusi

Di tengah keluhan yang menggantung, kehadiran personel TNI di pasar justru memberikan secercah rasa aman. Mereka tidak hanya sekadar berjaga, tetapi juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pengiriman logistik perbatasan. Pemerintah Kabupaten Belu berjanji akan menormalisasi pasokan dalam dua pekan ke depan dengan cara mengoptimalkan jalur laut melalui Pelabuhan Atapupu. Cuaca buruk yang telah berlangsung sebulan terakhir dan proyek pelebaran jalan di ruas Kefamenanu-Atambua disebut-sebut menjadi biang kerok keterlambatan. Meski demikian, warga berharap langkah itu benar-benar terealisasi agar mereka tak terus bergulat dengan inflasi yang menggerus daya beli.

Di ujung negeri, di bawah kibaran merah putih yang sedikit lusuh namun tetap berkibar di pos perbatasan, pedagang Atambua dan warga perbatasan lain tetap bertahan. Mereka bukan sekadar angka dalam statistik ekonomi, melainkan denyut nadi Indonesia yang paling terdepan. Setiap rupiah yang mereka hemat, setiap karung beras yang tiba tepat waktu, adalah bukti bahwa nasionalisme tak pernah pudar meski jalur distribusi terjal dan harga terus menanjak. Sudah saatnya kita semua menoleh, mendengar, dan bergerak—agar mereka yang menjaga batas negara tidak merasa sendiri.

Kendala Logistik Kenaikan Harga Sembako
Tokoh: Maria
Organisasi: TNI, Koramil Atambua, Pemerintah daerah
Lokasi: Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Timor Leste, Kupang

Artikel terkait