Perajin Tenun di Atambua Keluhkan Harga Bahan Baku Melambung
26 Agustus 2026
11 views
Di sudut rumah panggung di Atambua, Nusa Tenggara Timur, Mama Yosepina duduk di depan mesin tenun tradisional. Benang merah marun dan biru laut terentang rapi di antara lungsi dan pakan. Namun, wajahnya nampak letih dan kesal. Harga katun dan pewarna alami dari timur Leste melonjak hingga 30 persen selama dua bulan terakhir. "Dahulu kami bisa beli satu gulung benang Rp50 ribu, sekrang jadi Rp65 ribu," keluhnya sambil menenun lurus. Di sampingnya, tumpukan kain tenun ikat siap jual—motif khas Belu yang dicari kolektor mancanegara. Pemasaran pun terhambat karena akses jalan perbatasan yang terkadang longsor. Perajin batu perbatasan ini bergantung pada suplai dari lintas batas dan pasar lokal. Mereka berharap pemerintah menstabilkan harga benang atau memberikan subsidi langsung. Suara ikta palu tenun yang berdetak ritmis menemani cerita pilu ini.
EkonomiPerajin TenunHarga Bahan Baku
Entitas terkait
Tokoh: Mama Yosepina
Lokasi: Atambua, Nusa Tenggara Timur, Belu, Timor Leste