Di bawah tenda putih yang berdebu, di Desa Sajingan Kecil, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, antrean warga mengular sejak pagi. Asap obat nyamuk spiral membumbung tipis, berbaur aroma tanah basah bekas hujan semalam. Seorang perawat dengan sabar memeriksa tensi darah seorang ibu hamil, sementara bidan menyiapkan vaksin untuk balita yang rewel. Posko kesehatan ini didirikan oleh Satgas Pamtas Yonif 642/Kps, tepat di dekat garis batas negara RI-Malaysia. Warga dari dua desa sekitar — Desa Sajingan Kecil dan Desa Sajingan Besar — datang dengan berjalan kaki atau naik sepeda motor melintasi jalan setapak berbatu. 'Kami bersyukur. Biasanya harus ke puskesmas 20 kilometer, sekarang di depan rumah,' ujar Ibu Rina sambil menggendong anaknya yang baru divaksin.
Di Bawah Tenda Putih: Pelayanan Kesehatan Menyapa Perbatasan
Di posko kesehatan perbatasan ini, pelayanan yang diberikan mencakup vaksinasi dasar bagi balita, cek kesehatan gratis seperti tensi darah, gula darah, dan kolesterol, serta konsultasi kesehatan ibu hamil. Tak hanya itu, Satgas juga membagikan vitamin dan obat-obatan ringan. Bagi warga yang tinggal jauh dari pusat kesehatan, kehadiran posko ini bagaikan oase di tengah keterbatasan. Berikut kondisi infrastruktur kesehatan yang mereka hadapi sehari-hari:
- Jarak ke puskesmas terdekat mencapai 20 kilometer dengan medan berbukit dan jalan berlubang.
- Tidak ada angkutan umum; warga mengandalkan sepeda motor atau berjalan kaki.
- Puskesmas hanya buka pada jam kerja, sementara warga harus mengurus ladang atau kebun sejak subuh.
- Posko kesehatan gratis ini mengurangi beban biaya transportasi dan waktu.
Meski fasilitas serba terbatas — hanya tenda, meja kayu, dan kursi plastik — semangat warga tak surut. Mereka datang dengan pakaian sederhana, sebagian membawa anak-anak yang masih mengantuk. Suara tawa dan celoteh anak-anak memecah kesunyian hutan perbatasan. Bagi mereka, posko ini bukan sekadar tempat berobat, tetapi simbol kehadiran negara yang nyata.
Kehadiran Negara di Garis Depan: Sinergi TNI dan Warga
Letnan Dua (Inf) Andi Pratama, Komandan Pos Satgas Pamtas Yonif 642/Kps, mengatakan bahwa posko kesehatan ini merupakan program rutin yang digelar setiap bulan. 'Kami berpatroli sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang tinggal di wilayah terpencil. Ini bentuk pengabdian TNI kepada rakyat,' ujarnya. Posko yang berlokasi di perbatasan Malaysia–Indonesia ini juga menjadi titik temu antara TNI dan warga untuk mempererat silaturahmi. Ibu Rina, warga Desa Sajingan Kecil, tak henti-hentinya mengucap syukur. 'Anak saya bisa divaksin tanpa harus jauh-jauh ke kota. Semoga posko ini terus ada,' harapnya. Warga lain, Pak Sudirman, juga merasakan manfaatnya. 'Saya sering sakit pinggang, tapi malas periksa karena ongkos mahal. Sekarang gratis,' katanya sambil tersenyum. Senyum merekalah yang menjadi pemandangan paling berharga di balik tenda putih itu.
Di perbatasan yang sunyi, di antara hembusan angin dan debu, posko kesehatan kecil ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk warganya di ujung negeri. Di tengah jarak dan keterbatasan, kehadiran para seragam hijau dan tenaga medis ini mengingatkan kita bahwa kedaulatan tidak hanya dijaga di atas kertas, tetapi juga melalui denyut nadi kehidupan warga perbatasan. Semoga tenda putih ini terus berdiri, menjadi mercusuar harapan bagi setiap anak bangsa yang tinggal di garis depan.