Satgas TNI Gagalkan Penyelundupan Beras dari Timor Leste, 200 Kilogram Diamankan di Jalur Tikus Perbatasan
14 Juni 2026
7 views
Cahaya lampu senter menyapu kegelapan pekat di perbukitan perbatasan Timor Tengah Utara. Dalam dinginnya malam, pukul 03.00 WITA, personel Satgas Citarum Bais TNI dan Pos Nino menyusuri jalur sunyi di Desa Inbate. Hanya suara jangkrik dan langkah kaki yang terdengar. Lalu, di sebuah lekukan tanah, mata mereka menangkap tumpukan karung berwarna putih tergeletak — ditinggalkan buru-buru oleh penyelundup yang mengetahui adanya patroli.
Sepuluh karung beras dengan merek-merek dari India, Timor Leste, dan Thailand diamankan. Setiap karung seberat 20 kilogram, total 200 kilogram. Nilainya mungkin tidak fantastis secara ekonomi, tetapi ini adalah bukti nyata aktivitas 'jalur tikus' yang masih hidup di perbatasan RI-RDTL. Medan yang berbukit dan minim penerangan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku ilegal untuk menyelundupkan komoditas pertanian.
Karung-karung beras itu kini diamankan di Pos Nino, sebelum diproses lebih lanjut. Bagi personel Satgas, ini adalah hasil dari kewaspadaan tanpa henti. Di garis perbatasan dengan Timor Leste, tugas menjaga kedaulatan ekonomi negara sering kali berupa aksi diam: mengawasi, patroli, dan mencegah barang masuk tanpa izin. Setiap karung yang digagalkan adalah upaya menjaga pasar dan petani lokal dari gangguan barang illegal yang menyusup dari balik bukit.