Sekolah Atap Rumbia di Sebatik: Anak-Anak Perbatasan Belajar dengan Cahaya Senter
02 Oktober 2026
11 views
Menjelang malam, suara adzan Magrib menggema dari musala kecil di Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia-Malaysia. Di sebuah bangunan berdinding papan beratap rumbia, lampu senter mulai menyala. Itulah SDN Sebatik 03, tempat belajar 30 anak. Tidak ada listrik, sehingga mereka belajar dengan cahaya senter atau lampu minyak. Seorang guru, Hasan, mengajar matematika sambil memegang papan tulis yang sudah retak. “Kami hanya punya senter dari sumbangan orang tua murid. Tapi semangat anak-anak luar biasa,” ujar Hasan. Foto memperlihatkan anak-anak duduk lesehan di lantai, menyimak pelajaran dengan mata berbinar. Di sudut ruang, seorang siswa memegang buku tulis yang sudah sobek, sementara di luar, suara jangkrik dan kicau burung menjadi latar. Sekolah ini adalah bukti bahwa pendidikan di perbatasan tetap berjalan meski dengan keterbatasan. Setiap goresan kapur di papan adalah harapan akan masa depan yang lebih cerah.