SUARA PERBATASAN

Suara Warga Motaain: Rindu Sekolah Layak di Tapal Batas NTT-Timor Leste

Suara Warga Motaain: Rindu Sekolah Layak di Tapal Batas NTT-Timor Leste
Di Desa Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, batas dengan Timor Leste hanya terlihat dari tiang bendera dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang mencolok. Namun, di balik gerbang megah itu, di sebuah desa berjarak 5 km, sekolah dasar terlihat memprihatinkan. Atap gedung meninggikan, kayu di kelas satu patah, dan papan tulis kusam. Anak-anak berseragam merah putih duduk di lantai karena kursi hanya 20 untuk 40 siswa. 'Kami minta diperhatikan, jangan hanya PLBN saja yang bagus, sekolah dan puskesmas juga harus diperbaiki,' kata Yohanes, kepala desa setempat, sambil menunjuk ke arah papan nama sekolah yang pudar. Para ibu-ibu hilir mudik dengan bakul berisi hasil tani, namun aktivitas ekonomi masih minim karena tidak ada pasar mapan di dekat perbatasan. Suara mereka pelan namun jelas: pembangunan harus menyentuh infrastruktur dasar masyarakat.
infrastruktur pendidikan perbatasan NTT-Timor Leste
Tokoh: Yohanes
Organisasi: Pos Lintas Batas Negara (PLBN)
Lokasi: Desa Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Timor Leste

Artikel terkait