POTRET GARIS DEPAN

TNI Gagalkan Penyelundupan Sabu 16,4 Kg di Jalur Tikus Perbatasan Kalbar

TNI Gagalkan Penyelundupan Sabu 16,4 Kg di Jalur Tikus Perbatasan Kalbar

Satgas Pamtas Yonarmed 19 Bogani menggagalkan penyelundupan sabu seberat 14,472 kilogram di jalur tikus perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, ditambah pengamanan 1,93 kilogram sebelumnya di Jagoi Babang. Total barang bukti 16,4 kilogram diserahkan ke BNNP Kalbar sebagai bukti keseriusan aparat dalam memberantas narkoba di daerah perbatasan. Operasi ini menunjukkan betapa garis depan negeri menjadi medan pertempuran melawan sindikat narkoba yang mengancam generasi muda Indonesia.

Malam benar-benar menjadi selimut bagi hutan perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Di antara rimbunnya pepohonan dan jalan setapak yang hanya dikenal oleh para pelintas ilegal, sekelompok aparat Satgas Pamtas Yonarmed 19 Bogani bergerak dalam hening. Cahaya senter sesekali menerobos kegelapan, menyorot semak belukar yang basah oleh embun. Langkah kaki mereka terukur di atas tanah yang licin, mengikuti jejak kurir yang mencoba memanfaatkan jalur tikus—sebutan untuk rute penyelundupan yang membelah hutan belantara antara Indonesia dan Malaysia. Dalam operasi ini, mereka berhasil menggagalkan penyelundupan sebanyak 14,472 kilogram sabu-sabu, sebuah pukulan telak bagi sindikat narkoba yang selama ini merongrong generasi muda di tanah air.

Malam di Hutan Belantara: Operasi Senyap di Jalur Tikus

Udara lembab dan dingin menusuk kulit saat para prajurit bergerak menyisir bantaran sungai kecil yang menjadi jalur favorit para pelintas ilegal. Dari kejauhan, suara ranting patah dan bisik-bisik pelan terdengar—pertanda bahwa target mulai curiga. Namun, dengan gerakan cepat dan terkoordinasi, aparat mengepung titik yang diduga menjadi lokasi transit barang haram tersebut. Karung-karung plastik hitam yang ternyata berisi paket sabu ditemukan bersembunyi di balik tumpukan daun kering. Ini bukan kali pertama dalam sepekan. Beberapa hari sebelumnya, di Desa Jagoi Babang, Bengkayang, operasi serupa telah mengamankan 1,93 kilogram sabu dari sindikat yang sama. Total lebih dari 16,4 kilogram barang haram itu kini terbungkus rapi dalam plastik eviden, menjadi saksi bisu betapa garis depan negeri ini menjadi medan pertempuran lain melawan narkoba.

  • Jumlah total sabu yang digagalkan: 14,472 kg (Entikong) + 1,93 kg (Jagoi Babang) = 16,4 kg
  • Lokasi operasi: Jalur tikus di perbatasan Entikong dan Desa Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat
  • Satuan pengaman: Satgas Pamtas Yonarmed 19 Bogani di bawah komando langsung dari Kodam XII Tanjungpura
  • Barang bukti diserahkan ke BNNP Kalimantan Barat untuk pengembangan jaringan

Bukti di Atas Meja: Serah Terima Barang Haram dan Koordinasi Lintas Instansi

Pagi hari di Aula Mapomdam XII Tanjungpura, Pontianak. Meja panjang dipenuhi karung-karung sabu yang telah disegel dengan lakban biru. Suasana formal namun sarat makna: serah terima barang bukti antara Pangdam XII Tanjungpura, Kepala BNNP Kalbar, dan perwakilan Kejaksaan. Setiap karung ditimbang ulang, dicatat, dan difoto sebagai bagian dari proses hukum. Peristiwa ini menggambarkan sinergi yang solid antara TNI, BNN, dan aparat penegak hukum lainnya dalam menjaga kedaulatan negara dari ancaman narkoba yang tak kasatmata. Tidak ada sambutan meriah, hanya keseriusan yang terpancar dari wajah setiap petugas yang hadir. Mereka sadar, setiap gram sabu yang digagalkan berarti menyelamatkan ribuan generasi dari kehancuran—dan itu terjadi berkat kewaspadaan tanpa henti di pos-pos terdepan yang sering terlupakan di tengah hiruk-pikuk kota besar.

Dari Entikong hingga Jagoi Babang, jalur tikus di perbatasan Kalimantan Barat menjadi saksi bisu perjuangan tanpa pamrih para prajurit. Di bawah terik dan hujan, di antara nyamuk dan lumpur, mereka tetap setia mempertahankan setiap jengkal tanah air dari ancaman penyelundupan dan narkoba. Warga perbatasan pun turut merasakan dampaknya—kehadiran aparat tidak hanya membawa rasa aman, tetapi juga harapan bahwa negeri ini benar-benar peduli pada kehidupan di ujung terdepan. Setiap operasi penggagalan bukanlah sekadar angka statistik, melainkan denyut nadi kedaulatan yang terus berdetak di garis depan. Dan selama masih ada prajurit yang berjaga di malam-malam gelap, selama itu pula Indonesia tidak akan pernah kalah melawan narkoba.

penyelundupan sabu narkoba perbatasan Kalimantan Barat
Organisasi: Satgas Pamtas, Yonarmed 19 Bogani, BNNP Kalimantan Barat, Mapomdam XII Tanjungpura
Lokasi: Entikong, Kalimantan Barat, Malaysia, Desa Jagoi Babang, Bengkayang, Tanjungpura

Artikel terkait