NASIONALISM

Upacara HUT RI di Perbatasan Nunukan: Pawai Obor dan Semangat Nasionalisme Warga

Upacara HUT RI di Perbatasan Nunukan: Pawai Obor dan Semangat Nasionalisme Warga
Malam 17 Agustus 2026 di Kecamatan Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, langit dihiasi pawai obor yang berkelok di sepanjang garis perbatasan dengan Malaysia. Ribuan warga bergerak membentuk barisan sambil membawa bendera merah putih kecil. Kobaran api obor menerangi wajah-wajah penuh semangat, dari anak-anak hingga kakek nenek yang ikut berjalan tertatih-tatih. Puncak acara digelar di lapangan dekat Pos Lintas Batas Sei Pancang. Bupati Nunukan memberikan sambutan dengan latar belakang tiang bendera setinggi 20 meter yang terlihat jelas dari seberang. 'Di sini, di tanah ujung negeri, kami bersatu dalam kebinekaan. Tidak ada istilah warga pinggiran karena setiap jengkal tanah ini adalah NKRI yang harus kita bela,' tegasnya disambut tepuk tangan meriah. Setelah upacara, warga menyalakan kembang api di tepi pantai sambil bernyanyi lagu-lagu perjuangan. Seorang kakek bernama Musa (78) menangis haru. 'Saya lahir saat Indonesia masih berjuang mempertahankan kemerdekaan. Sekarang lihat bagaimana generasi muda tetap menjunjung merah putih. Hati saya tenang,' katanya sambil memeluk cucunya. Momen ini mengabadikan bahwa nasionalisme tidak hanya tumbuh di kota besar, tapi juga di sudut-sudut terluar negeri.
Upacara HUT RI Pawai Obor Semangat Nasionalisme
Tokoh: Musa
Lokasi: Kecamatan Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara, Malaysia, Pos Lintas Batas Sei Pancang

Artikel terkait