NASIONALISM

Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, perbatasan Timor Leste, warga Desa Oenopah bergotong royong memperbaiki jalan rusak sepanjang dua kilometer yang menghubungkan desa dengan Napan dan pos perbatasan. Dengan alat seadanya, mereka menambal lubang dan meratakan jalan, menunjukkan semangat nasionalisme dan kemandirian di tengah keterbatasan. Aksi ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan upaya menjaga akses kehidupan sehari-hari anak-anak, ibu hamil, dan hasil pertanian.

Pukul 05.00 WITA, langit di atas Desa Oenopah, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan, masih diselimuti kabut tipis. Di ujung timur Nusantara yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, suara cangkul dan sekop beradu dengan batu keras sudah memecah keheningan pagi. Puluhan warga berdiri di atas jalan tanah berbatu yang menghubungkan desa dengan Napan dan pos perbatasan Timor Leste. Mereka bukan pasukan yang sedang kerja bakti resmi, melainkan ibu-ibu, bapak-bapak, dan kaum muda yang dengan sukarela bergotong royong menambal lubang-lubang di jalan rusak yang selama ini mereka lalui setiap hari. Debu tanah beterbangan tersapu angin pagi, sementara anak-anak muda mengangkat ember berisi pasir dan para orang tua mengatur batu kali agar menutup rahang lubang yang menganga.

Potret Gotong Royong di Ujung Negeri

Suasana ini seperti pemandangan yang sudah menjadi denyut hidup warga perbatasan Timor Leste. Di tengah keterbatasan akses dan perhatian, mereka memilih tidak menunggu. Kornelis (60), seorang tokoh desa, berhenti sejenak sambil menyeka keringat di dahinya. “Jalan ini seperti tidak diurus pusat, tapi kalau bukan kami, siapa lagi,” ujarnya lirih tetapi mantap. Jalan yang menghubungkan Oenopah dengan Napan dan perbatasan Timor Leste itu memang dalam kondisi memprihatinkan. Lubang-lubang berbentuk tak beraturan siap menelan ban kendaraan bermotor. Saat hujan turun, genangan air bercampur lumpur membuat jalan menjadi licin dan sulit dilalui. Warga harus ekstra hati-hati ketika mengangkut hasil pertanian atau mengantar anak sekolah. Kebersamaan yang mereka bangun pagi itu bukan hanya sekadar menambal aspal atau tanah, tetapi juga menambal semangat hidup di garis depan.

  • Para ibu membentuk rantai manusia, mengangkat keranjang berisi batu kali dari aliran sungai terdekat.
  • Kaum muda meratakan tanah dengan sekop dan kayu hingga permukaan jalan kembali padat.
  • Bapak-bapak yang lebih tua menambal lubang besar dengan pecahan batu dan pasir.
  • Babinsa Koramil setempat ikut membaur, mengayunkan cangkul berdampingan dengan warga tanpa sekat.

Jalan 2 Kilometer yang Menyambung Hidup Warga

Setelah berjam-jam bekerja, sore hari wajah jalan sepanjang dua kilometer di Timor Tengah Selatan itu pun berubah. Permukaan jalan yang tadinya berlubang kini terlihat lebih layak dilalui. Warga menghela napas lega, meski mereka sadar hujan besok akan kembali mengikis lapisan tanah dan batu yang baru mereka susun. Namun, tidak ada keluh kesah yang terdengar. Justru tawa dan obrolan ringan mengiringi langkah mereka yang mulai meninggalkan lokasi sambil membawa peralatan. Bagi mereka, memperbaiki jalan bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan menjaga akses kehidupan. Lewat jalan itulah anak-anak pergi ke sekolah, ibu hamil dirujuk ke puskesmas, hasil tani diangkut ke pasar, dan tali silaturahmi dengan warga lintas batas tetap tersambung. Jalan rusak di perbatasan adalah ujian sekaligus cermin kegigihan warga yang tak pernah menyerah pada keadaan.

Di ujung Timur Nusantara, semangat gotong royong menambal jalan rusak bukan hanya soal memperbaiki akses fisik, melainkan menjaga denyut kehidupan di garis depan. Warga perbatasan menunjukkan bahwa nasionalisme terwujud dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Lewat keringat dan kerja bersama, mereka menambal lubang yang menganga – bukan hanya di jalan, tetapi juga di hati sanubari bangsa yang kadang terlupa. Sudah selayaknya kita semua peduli pada saudara di Timor Tengah Selatan dan wilayah perbatasan lainnya, karena di sanalah harga diri Indonesia dipertaruhkan setiap hari.

gotong royong perbaikan jalan perbatasan Indonesia Timor Leste
Tokoh: Kornelis
Organisasi: Koramil
Lokasi: Desa Oenopah, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Napan, Timor Leste, Indonesia

Artikel terkait